Senin Pekan III Adven

Bacaan Injil Mat 21:23-27

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”
Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesuspun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Renungan

Seteguh apa pun pendirianmu, akan runtuh juga jika Allah menghendaki hal itu terjadi. Demikianlah Allah  menyiapkan kejutan dalam perjalanan hidupmu.

Hari ini kita membaca nubuat Bileam. Mulanya, ia adalah ‘dukun’ dari Mesopotamia yang dibayar untuk mengutuk Israel. Namun Allah tak membiarkan anak-anaknya musnah dalam mantra sekali baca. Allah menghendaki jalur lain – mantra patah di tengah jalan. Popularitas kedukunan Bileam runtuh seketika. Mulut yang membaca mantra dibuka untuk bernubuat: “…sebuah bintang terbit dari Yakub,  tongkat kerajaan timbul dari Israel…”

Nubuat sang dukun terpenuhi. Di Yerusalem, bintang Yakub itu terbit dan menembus jelaga di langit-langit sucinya Bait Allah. Di hadapan imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, tongkat kerajaan Israel itu timbul megah dengan otoritas yang tak terbungkamkan.

Para sahabat setia yang terkasih, hari ini kita masih menantikan bintang Yakub itu terbit dan tongkat kerajaan Israel itu timbul. Dialah Yesus Kristus. Semoga sinarnya menerangi hati kita yang terlampau pekat dibalut jelaga dosa. Semoga tongkatnya menggembalakan kita hingga ke padang rumput hijau dan sumber air yang tenang.

Para sahabat setia terkaish, Si Dukun Bileam tak butuh mantra untuk menjadi nabi. Demikian kamu. Tak perlu perkara untuk untuk jadi siapa. Dalam kuasa DIA yang akan datang itu, apa pun dirimu, akan diubah menjadi serupa kehendak-Nya. Asal biarkan dirimu diterangi cahaya-Nya dan dituntun tongkat kuasa penggembalaan-Nya. Tuhan Berkat.