Bacaan Injil Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” ?yang berarti: Allah menyertai kita.
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Renungan
Saudara-saudari seiman yang terkasih, perayaan gembira Natal yang sedang kita nantikan, tidaklah mulus dan muluk saja. Ada banyak tantangan, terutama ujian terhadap Yosef yang lemah lembut dan lurus hati, keputusan besar dengan segala resiko yang akan dipikul serta peran Allah dalam menyingkapkan kemahakuasaan-Nya. Marilah kita menimba beberapa pesan inpiratif dari bacaan suci pada hari ini: pertama, kegelisahan hati Yosef. Meski literatur Kitab Suci yang berbicara tentang Yosef sangat sedikit, setidaknya pembuka dalam perikop hari ini menunjukkan sisi manusiawi Yosef yang takut, bingung bahkan niatnya untuk menceraikan Maria. Menjaga kesucian diri adalah hal yang dituntut dalam hidup sosial, sebab masalah yang kecil sekalipun, apabila sudah tersiar tidak hanya mencemarkan nama pribadi juga melukai hati keluarga dan orang-orang terdekat. Mengingat Yosef berlatar belakangkan keluarga sederhana, saat ini ia dilanda kegelisahan bagaimana ia harus menerima Maria dan kepada siapa ia akan mengeluh. Situasi “mengandung dari Roh Kudus” tidak mudah dipahami dalam kacamata manusiawi belaka. Inilah konteks yang dialami Yosef. Semua kita tentunya juga memiliki soal masing-masing, yang mencerminkan hati yang gelisah pada pilihan yang sulit.
Kedua, pilihan yang tepat dan penyerahan diri yang total. Dalam kebimbangan dan kegalauan batin, Allah hadir dalam malaikat yang diutus-Nya untuk menguatkan Yosef. Seruan malaikat dalam mimpi: “Yosef, anak Daud, janganlah engkau takut”. Kalimat ini pernah diucapkan oleh malaikat Tuhan dalam berita kabar gembira sebelumnya kepada tunangannya Maria. Jika digali lebih dalam, ada kesamaan, yakni seruan jangan takut yang bersumber dari Allah melalui perantaraan malaikat utusan-Nya. Saat Maria terkejut mendengar kabar dari malaikat Gabriel, ia dikuatkan: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”. Dan kepada Yusuf, malaikat juga berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus. Artinya, Yosef dan Maria adalah pasangan yang dipilih oleh Allah. Selain itu, hal ini hendak menunjukkan bahwa Allah bekerja dengan cara-Nya tersendiri tanpa mengabaikan perasan kita bahkan akan menguatkan kita di kala hati kita dirundung pertanyaan-pertanyaan manusiawi yang sulit ditebak. Namun, semuanya itu akan dijumpai dalam ketulusan, penyerahan diri yang total serta taat pada kehendak-Nya.
Ketiga, menyingkapkan warta keselamatan dalam cara kerja Allah. Maria dan Yosef adalah dua tokoh yang jauh dari popularitas. Yosef adalah tukang kayu dan Maria merupakan gadis desa seperti gadis lain pada umumnya. Akan tetapi, Allah melihat hati keduanya yang tulus, sederhana, saleh dan taat. Salah satu fiat terkenal Maria, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu” dan Yosef ia turut melakukan apa yang dikatakan malaikat dengan penuh iman. Artinya, hati yang tulus, hidup yang sederhana dan kesalehan rohani yang matang membawa kedua orang tua tua Yesua pada ketaatan yang total kepada kehendak Allah. Pada sisi yang lain, Allah bekerja menyempurnakan keluarga yang selalu berkanjang dalam kepasarahan kepada-Nya. Semoga dalam masa penantian ini, keluarga-keluarga yang sedang ditimpa kesulitan dan tantangan juga dikuatkan dan diteguhkan oleh Sabda Allah.