Secara umum, tahapan tahunan dibagi dalam tiga fase besar. Tahun-tahun awal difokuskan pada konsolidasi dan fondasi melalui penataan kelembagaan, penguatan tata kelola, pengembangan basis data pastoral, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Tahap ini dipandang krusial untuk memastikan kesiapan sistem, struktur, dan pelayan pastoral sebagai prasyarat keberhasilan misi. Tahap menengah diarahkan pada ekspansi dan penguatan program strategis, terutama pemberdayaan umat, pendidikan, dan jejaring kemitraan, sehingga Gereja mulai menghasilkan dampak sosial yang nyata. Tahap akhir difokuskan pada konsolidasi hasil, evaluasi dampak, dan persiapan menuju horizon Yubileum Agung 2033.
Rasionalitas penetapan tema tahunan didasarkan pada kebutuhan untuk mengharmonisasikan tahun pastoral dengan misi Keuskupan Labuan Bajo. Setiap tahun secara sistematis mengelaborasi lima misi utama ke dalam gerak bersama seluruh umat.
Tahun Persekutuan Sinergis 2026
Tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Persekutuan Sinergis, dengan fokus pada Misi 2 (Persekutuan Sinodal) dan Misi 4 (Tata Kelola Solid). Sebagai tahun fondasi, perhatian utama diarahkan pada pembangunan soliditas internal. Rasionalitasnya jelas: sebelum Gereja melayani dunia secara eksternal, ia harus kuat secara internal. Reorganisasi Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Keuangan Paroki dilakukan agar lebih komunikatif, kolegial, dan akuntabel, termasuk melalui digitalisasi tata kelola. Tahun ini menjadi momentum pembelajaran kepemimpinan sinodal dan penumbuhan kepercayaan umat (public trust).
Tahun Solidaritas Transformatif 2027
Tahun 2027 menjadi Tahun Solidaritas Transformatif, dengan fokus pada Misi 3. Setelah fondasi organisasi diperkuat, Gereja diharapkan memancarkan identitasnya sebagai institusi yang solider. Dalam konteks Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super-prioritas, perhatian diarahkan pada kelompok rentan yang berisiko terpinggirkan. Pelayanan pastoral bergeser dari pola karitatif menuju pendekatan transformatif melalui pemberdayaan ekonomi umat, seperti koperasi dan pertanian organik, agar kemajuan tidak meninggalkan siapa pun.
Tahun Cahaya Injil Digital 2028
Tahun 2028 ditetapkan sebagai Tahun Cahaya Injil Digital, dengan fokus pada Misi 5. Gereja menjawab tantangan zaman digital dengan memastikan pewartaan iman tetap relevan dan kontekstual. Kaum muda ditempatkan sebagai subjek utama evangelisasi digital, sementara sekolah-sekolah Katolik didorong meningkatkan literasi digital berkarakter Injili. Media sosial dipahami sebagai mimbar baru katekese.
Tahun Sahabat Bumi 2029
Tahun 2029 menjadi Tahun Sahabat Bumi, yang mengintegrasikan Misi 3 dan Misi 5 dalam kerangka ekologi integral. Mengikuti semangat Laudato Si’, Gereja mengambil peran profetis dalam perlindungan lingkungan melalui gerakan konkret seperti “Gereja Bebas Plastik” dan katekese ekologi di tingkat KBG.
Tahun Peradaban Kasih 2030
Puncaknya, tahun 2030 ditetapkan sebagai Tahun Peradaban Kasih, dengan fokus pada Misi 1 dan integrasi seluruh misi. Seluruh capaian pastoral, sosial, dan digital bermuara pada perjumpaan iman yang mendalam melalui liturgi yang hidup dan inkulturatif. Pada tahap ini, Keuskupan Labuan Bajo diharapkan sungguh menjadi Gereja yang berbuah: iman yang dewasa, kasih yang nyata, dan pelayanan yang profesional serta tulus.