Uskup Maksimus Regus: Persekutuan Sinergis Adalah Ziarah Batin Gereja yang Diutus Roh Kudus

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menegaskan bahwa tema “Persekutuan Sinergis: Berjalan Bersama, Diutus Bersama” bukan sekadar slogan pastoral, melainkan panggilan rohani yang menuntut keberpihakan dan pertobatan. Penegasan ini disampaikan dalam stressing penutup sidang pastoral, yang ia maknai sebagai momen refleksi mendalam atas perjalanan Gereja sepanjang tahun 2025.

Menurut Uskup Maksimus, selama setahun terakhir Gereja telah “berjalan bersama” dalam dinamika pastoral yang kaya, mengalami keberhasilan sekaligus kegagalan. Seluruh pengalaman tersebut, tegasnya, merupakan bagian dari proses pembelajaran iman yang harus dibaca dalam terang karya Roh Kudus.

Ia mengajak seluruh peserta sidang untuk kembali mendengarkan suara Roh Kudus, sebab Roh Kuduslah yang sejatinya bekerja dan menggerakkan tubuh Gereja. Dalam perspektif ini, sidang pastoral tidak boleh dipahami sebatas forum administratif, melainkan sebagai sebuah ziarah batin—perjalanan rohani untuk menata ulang orientasi pelayanan.

Mgr. Maksimus juga menyampaikan rasa syukur atas terbukanya ruang pewartaan yang semakin luas di Flores. Peluang ini, menurutnya, menuntut tanggung jawab pastoral yang lebih berani, jujur, dan berpihak pada nilai-nilai Injil.

“Tema ini tidak netral,” tegasnya. Persekutuan Sinergis mengandung panggilan untuk bertobat, memilih, dan melangkah bersama sebagai Gereja yang diutus—bukan hanya berjalan, tetapi juga memberi arah bagi dunia yang dilayani.