Rabu Pekan II Paskah

Bacaan Injil Yohanes 3:16-21

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Renungan

Kebangkitan Kristus menjadi sumber semangat baru yang mengubah ketakutan menjadi keberanian bagi orang-orang yang percaya. Kisah para Rasul dalam bacaan liturgi hari ini menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kuasa Allah bekerja melalui para saksi-Nya yang telah dipenuhi oleh semangat Kebangkitan tersebut.

Para rasul ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara kota oleh Imam Besar dan orang-orang Saduki karena rasa iri hati. Namun, tembok penjara yang tebal dan pengawalan yang ketat tidak mampu membendung rencana Allah. Pada malam hari, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar.

Hal ini mengingatkan kita bahwa semangat Kebangkitan adalah semangat pembebasan. Seringkali kita merasa “terpenjara” oleh kekhawatiran, dosa, atau tekanan dunia. Namun, sebagaimana penjara itu ditemukan terkunci rapi namun kosong di dalamnya, demikian pula kubur Yesus ditemukan kosong. Kuasa Tuhan jauh melampaui segala hambatan manusiawi yang mencoba menghalangi pekerjaan-Nya.

Setelah dibebaskan, perintah malaikat itu sangat jelas: “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak”. Para rasul tidak melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri. Sebaliknya, mereka menunjukkan ketaatan yang luar biasa dengan masuk ke Bait Allah menjelang pagi untuk mulai mengajar.

Inilah semangat baru yang lahir dari Paskah: keberanian untuk berdiri tegak di tengah masyarakat dan mewartakan kebenaran. Kita dipanggil bukan untuk bersembunyi, melainkan untuk menjadi saksi Kristus di tempat di mana kita berada, meskipun tantangan menghadang.

Mari kita mohon rahmat Tuhan agar berkat Kebangkitan-Nya, kita dianugerahi semangat seperti para rasul. Semoga kita tidak lagi terpaku pada “pintu-pintu yang tertutup” dalam hidup kita, melainkan berani melangkah keluar untuk membagikan Firman Hidup kepada sesama dengan penuh sukacita dan keberanian.