Uskup Labuan Bajo Serukan “Pertobatan Ekologis” dalam Launching Festival Golo Koe 2026 dan Hari Lingkungan Hidup

LABUAN BAJO – Semangat menjaga bumi sebagai “rumah bersama” menjadi inti dari perayaan ganda yang berlangsung di Pantai Sudamala, Labuan Bajo, Kamis 4 Juni 2026 pagi. Gereja Keuskupan Labuan Bajo bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara resmi meluncurkan Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 yang dipadukan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Dalam momen tersebut, Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyampaikan gagasan mendalam mengenai krisis lingkungan dan peran strategis festival sebagai sarana transformasi. Dalam sambutannya mengingatkan peserta akan dua tantangan besar dunia saat ini. Pertama adalah “Kekacauan Iklim” (Climate Chaos), sebuah istilah yang menurutnya lebih tepat daripada sekadar perubahan iklim karena dampaknya yang sudah menjadi pengalaman bencana sehari-hari, seperti banjir dan longsor.

Kedua adalah “Kelangkaan Ekologis” (Ecological Scarcity), di mana bumi mulai kehilangan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Merujuk pada dokumen Laudato Si dari Paus Fransiskus, Uskup Maksimus mengajak semua pihak untuk kembali melihat bumi sebagai rumah bersama yang harus dijaga melalui pertobatan ekologis.

Lebih lanjut ia menekankan bahwa pertobatan ekologis tidak boleh berhenti pada transformasi batin, tetapi harus diwujudkan dalam tiga ranah tindakan:

  1. Ranah Personal: Tanggung jawab individu dalam lingkup keluarga.
  2. Ranah Komunal: Kolaborasi lintas komunitas, lembaga, dan aktor masyarakat.
  3. Ranah Struktural: Kebijakan publik yang mampu memproteksi keberlangsungan alam.

“Festival Golo Koe ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi menjadi oase spiritual tempat kita melakukan transformasi batin, sosial, dan ekonomi yang mendukung keberlanjutan hidup bersama,” tegas Mgr. Maksimus Regus.

Uskup Maksimus menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan berbagai elemen seperti TNI, Polri, ASN, orang muda, serta pelaku UMKM. Ia merasa bangga karena di tahun kelima penyelenggaraannya – dan tahun kedua bagi Keuskupan sebagai penyelenggara utama – , Festival Golo Koe kembali diakui sebagai salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) unggulan nasional.

Seremoni peluncuran Festival Golo Koe 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Manggarai Barat bersama Uskup Labuan Bajo, serta pelepasan sepasang burung merpati sebagai simbol perdamaian dan komitmen menjaga kehidupan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata berupa bersih pantai dan penanaman bibit kelapa di kawasan Pantai Sudamala. Aksi ini selaras dengan tagline festival tahun ini: “Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi”.

Festival Golo Koe 2026 akan memulai rangkaian prosesi religi ke 26 paroki pada 10 Juli mendatang, dan mencapai puncaknya pada 10–15 Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan budaya, pameran ekonomi kreatif, dan perayaan spiritual.