Tema Festival Golo Koe 2026: Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan

LABUAN BAJO, 5 Juni 2026 – Panitia Festival Golo Koe 2026 secara resmi mengumumkan tema dan rangkaian kegiatan untuk perhelatan tahun ini. Festival yang telah menjadi agenda tahunan unggulan di Labuan Bajo ini mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”.

Tema tahun ini menegaskan bahwa Festival Golo Koe bukan sekadar acara rutin, melainkan sebuah ziarah spiritual komunal yang bersifat inklusif dan sinodal. Ikon utama festival, Bunda Maria Assumpta, menjadi simbol pengharapan bagi umat manusia dalam perziarahan menuju kepenuhan hidup dalam Sang Khalik.

Penjelasan mendalam mengenai tema ini mencakup beberapa nilai utama. Pertama, sinodal dan inklusif, yaitu merangkul perbedaan etnis serta agama dalam semangat persaudaraan dan toleransi di “rumah bersama”. Kedua, pariwisata sebagai perjumpaan. Memaknai pariwisata sebagai ziarah perjumpaan antara manusia dengan sesama, budaya, dan alam. Ketiga, keutuhan ciptaan: menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan yang merawat alam dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan bersama (bonum commune). Keempat, berbudaya dan berpartisipasi: Mengakar pada kearifan lokal dan memastikan masyarakat setempat terlibat aktif secara kreatif dalam ekosistem pariwisata.

Rangkaian Acara Festival Golo Koe 2026

Festival akan berlangsung dalam dua tahap besar, dimulai dari prosesi religi di tingkat paroki hingga pekan puncak di Labuan Bajo. Prosesi Maria Assumpta Nusantara lintas paroki akan berlangsung 1 Juli sampai dengan 5 Agustus 2026. Patung Bunda Maria akan diarak melalui jalur laut dan darat mengunjungi 26 paroki di seluruh wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

Selanjutnya, pekan puncak festival yaitu 10 sampai dengan 15 Agustus 2026. Seluruh kegiatan akan dipusatkan di Waterfront City Marina dan Bukit Golo Koe, Labuan Bajo.

Jadwal harian pekan puncak meliputi:

  • 10 Agustus: Pembukaan Pameran UMKM Ekonomi Kreatif dan Pentas Seni Budaya Nusantara.
  • 11 Agustus: Kebangunan Rohani Katolik (KRK) serta Edukasi dan Aksi Ekologis (penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang).
  • 12 Agustus: Kegiatan Sosial Karitatif (pemeriksaan kesehatan gratis), Karnaval Budaya, serta Tarian Kolosal Maria Assumpta Nusantara.
  • 13 Agustus: Teater Budaya Manggarai dan Pertunjukan Caci oleh pelajar.
  • 14 Agustus: Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara yang mencakup prosesi laut menggunakan kapal pinisi dan prosesi darat melewati 7 stasi.
  • 15 Agustus: Ziarah Rohani Mandiri, Misa Akbar Pesta Maria Assumpta, dan seremoni penutupan yang dimeriahkan pesta kembang api serta konser musik.

Festival ini ditargetkan akan dihadiri oleh 50.000 pengunjung, mulai dari masyarakat lokal, umat lintas agama, hingga wisatawan mancanegara. Melalui rangkaian acara ini, diharapkan ekonomi kreatif lokal bertumbuh dan semangat persaudaraan semakin erat terjalin.

Penyelenggaraan tahun 2026 ini menandai tahun kelima perjalanan Festival Golo Koe. Berawal dari inisiatif untuk memadukan spiritualitas dan kekayaan budaya lokal, festival ini terus bertumbuh menjadi ajang bergengsi di tingkat nasional. Prestasi membanggakan diraih dalam dua tahun terakhir, di mana Festival Golo Koe secara konsisten berhasil menembus peringkat 10 besar dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dikurasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.