Kolaborasi Nyata Keuskupan Labuan Bajo Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Korban Gempa Munta-Paroki Bari

Labuan Bajo, 29 Agustus 2026 – Dalam rangka merespons kebutuhan mendesak umat pasca-gempa Flores yang terjadi pada15 Agustus 2026 lalu, Keuskupan Labuan Bajo sekali lagi menggelar kegiatan bakti sosialterintegrasi di Stasi Munta, Paroki St. Martinus Bari, Kevikepan Pacar, pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 18.00 WITA ini menyasar pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan, serta program trauma healing khusus untuk anak-anak sekolah.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret kehadiran Gereja di tengah umat yang sedang menderita dan berupaya bangkit dari dampak bencana. Melalui pendekatan holistik, Keuskupan Labuan Bajo tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat beradaptasi dengan “normal baru” (new normal) di mana risiko gempa tetap ada.

Kolaborasi Lintas Sektor

Bakti sosial ini merupakan hasil dari kolaborasi solid berbagai pihak. Tim yang terlibat meliputi Posko Bencana Keuskupan Labuan Bajo (Tim Caritas Keuskupan Labuan Bajo), tim medis dari Rumah Sakit St. Yosef Labuan Bajo, tim medis Puskesmas Bari, serta Tim Psikososial Caritas
Indonesia (Karina). Dukungan penuh juga diberikan oleh para Suster Ursulin dan Suster Santo
Yosef serta umat Paroki St. Martinus Bari.

Sinergi ini menunjukkan bahwa penanganan pasca-bencana memerlukan kolaborasi yang kuat antara institusi gereja, tenaga kesehatan profesional, dan relawan masyarakat.

Ratusan Warga dan Siswa Terlayani

Berdasarkan laporan dari lapangan, antusiasme umat sangat tinggi. Tercatat 303 orang dewasa, ibu hamil dan anak-anak berhasil mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, dan pengobatan gratis. Sementara itu, sesi trauma healing diikuti oleh lebih dari 350 anak-anak yang berasal dari tiga sekolah setempat, yaitu SDK Munta, SDN Pau Waka, dan SMPN 2 Macang Pacar.

Para fasilitator trauma healing dari Caritas Indonesia (Karina) membantu anak-anak memproses pengalaman traumatis mereka melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif. Tujuannya adalah membantu mereka membangun ketahanan mental dan menerima kondisi
lingkungan mereka saat ini dengan lebih positif dan adaptif.

Kehadiran Pimpinan Gereja

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memberikan semangat dan dukungan moral adalah Romo Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, Romo Richardus Manggu; Romo Charles Suwendi selaku Direktur Puspas Keuskupan Labuan Bajo sekaligus Ketua Umum Tim Tanggap Bencana

Keuskupan Labuan Bajo; serta Romo Beny Hengki, Pastor Paroki St. Martinus Bari. Kehadiran para pastor ini menegaskan komitmen pastoral Keuskupan Labuan Bajo untuk terus mendampingi umat di masa pemulihan. Seperti disampaikan dalam semangat kegiatan, bantuan ini bukan sekadar aksi karitatif sesaat, melainkan bagian dari perjalanan bersama umat menuju kehidupan yang lebih tangguh di tengah tantangan alam yang dinamis.

Kegiatan di Stasi Munta ini diharapkan dapat menjadi model bagi respons kemanusiaan gereja di wilayah-wilayah lain yang terdampak, di mana solidaritas nyata menjadi kunci utama pemulihan komunitas.