Menjelang akhir tahun, Keuskupan Labuan Bajo melaksanakan evaluasi atas program-program Pastoral Tata Kelola Partisipatif 2025. Rapat sehari diselenggarakan di ruang rapat Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Rabu 3 Desember 2025.
Hadir dalam rapat ini Vikjen bersama anggota kuria keuskupan, direktur pusat pastoral bersama ketua-ketua komisi pusat pastoral, utusan paroki-paroki yang terdiri atas para pastor dan DPP.
Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Labuan Bajo RD Charles Suwendi dalam arahan awalnya menyatakan tahun tata kelola partisipatif 2025 merupakan fokus program pastoral pada tahun pertama Keuskupan Labuan Bajo berjalan. Oleh karena itu ini menjadi momentum penting untuk memperkuat cara gereja keuskupan baru ini hidup, bekerja dan berjalan bersama dalam semangat sinodalitas. Ia juga menjelaskan hal-hal yang menjadi fokus evaluasi.
“Kita akan melihat kesesuaian seluruh pelaksanaan program tahun tata kelola kita dengan arah dan kebijakan pastoral keuskupan. Visi Keuskupan Labuan Bajo yaitu mewujudkan Gereja yang Sinodal, solid dan solider. Demikian pun moto uskup Labuan Bajo “ut mundus salvator per ipsum, supaya dunia diselamatkan oleh-Nya, menjadi payung untuk pelaksanaan program dan kegiatan kita” kata Romo Charles.

Hal-hal lain yang menjadi fokus perhatian pada evaluasi, lanjut Romo Charles, yaitu tingkat partisipasi umat, kolaborasi pastoral, pelayanan umat dan penguatan struktur pastoral, kendala-kendala dan kebutuhan-kebutuhan pastoral.
“Evaluasi ini tidak dimaksudkan untuk menilai keberhasilan secara administrasi saja. Tetapi kita mau mengembangkan pembelajaran pastoral yang berdaya guna dan berkelanjutan,” kata Romo Charles.
Sebanyak 26 utusan paroki mempresentasikan evaluasi paroki-paroki dalam rapat sehari itu. Sebagian diantaranya menyertakan video tentang kegiatan-kegiatan yang terlaksana.