Jelang perayaan Natal, Keuskupan Labuan Bajo kembali mengunjungi kelurga-keluarga sederhana dan membagikan sukacita Natal dalam rupa bingkisan sembako. Kali ini bingkisan sukacita Natal menyasar sejumlah umat di tiga wilayah yaitu umat paroki Bari, Stasi Tal Paroki St Mikhael Nunang, dan Stasi Siru di Paorki Sta Familia Wae Nakeng.
Ketua Komisi Caritas Keuskupan Labuan Bajo RD Yuvens Rugi menjelaskan, tiga kelompok yang menjadi sasaran kali ini memiliki kesamaan yaitu hidup berdampingan dengan umat muslim.
“Ini menegaskan pesan bahwa kasih itu lintas batas. Dia tidak tersekat tetapi dia mengalir untuk semua orang.” kata Romo Yuvens saat menyerahkan sembako bagi umat di Stasi Siru Paroki Wae Nakeng, Rabu 17 Desember 2025.
Oleh karena itu, lanjut dia, bingkisan natal ini tidak hanya dibagi kepada keluarga-keluarga yang beragama Katolik tetapi juga keluarga-keluarga Muslim.

Bingkisan sembako sukacita natal diserahkan langsung oleh Uksup Labuan Mgr Maksimus bersama Vikjen, Sekjen, Ekonom, Vikep dan komisi Caritas Keuskupan Labuan Bajo. Stasi Siru Paroki Wae Nakeng menjadi lokasi ketiga pembagian bingkisan sembako sukacita Natal, Rabu 17 Desember 2025. Sebelumnya, pada hari yang sama pembagian dilaksanakan di Stasi Tal Paroki St Mikhael Nunang. Pembagian sembako bagi umat di Paroki Bari dilaksanakan pada Minggu 7 Desember 2025.
Selain Ketua Komisi Caritas Keuskupan Labuan Bajo, Uskup Labuan Bajo Mgr Maksimus Regus, Vikjen RD Richard Manggu, Sekretaris Keuskupan RD Frans Nala dan Vikep setempat turut serta dalam acara pembagian bingkisan sembako sukacita Natal di tiga lokasi itu.
Dalam sapaan singkatnya, Uskup Labuan Bajo mengatakan yang paling penting dari acara ini adalah perjumpaan yang meneguhkan.
“Semoga sehat-sehat semuanya, bergembira, penuh sukacita dan senantiasa saling berbagi serta saling mendukung dalam perjalanan hidup bersama,” kata Uskup Maksimus di Stasi Tal Paroki St. Mikhael Nunang, Rabu 17 Desember 2025.