Keuskupan Labuan Bajo Luncurkan Renstra 2025–2030

Sidang Pastoral Post-Natal hari kedua Keuskupan Labuan Bajo menjadi momen strategis dan penuh makna dengan dilangsungkannya Launching Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Keuskupan Labuan Bajo 2025–2030. Agenda penting ini menandai peneguhan arah dan komitmen pastoral Gereja lokal dalam menjawab tantangan zaman secara terencana dan berkelanjutan.

Sesi launching dibuka secara khidmat oleh RD Charles Suwendi, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Labuan Bajo. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa Dokumen Renstra 2025–2030 bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan peta jalan pastoral yang lahir dari proses refleksi, dialog, dan discernment bersama demi pertumbuhan iman umat serta pelayanan Gereja yang semakin relevan dan transformatif.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi tanda penyerahan Dokumen Renstra Keuskupan Labuan Bajo 2025–2030. RD Charles Suwendi secara simbolis menyerahkan dokumen tersebut kepada Mgr. Maksimus Regus, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, sebagai bentuk pertanggungjawaban pastoral sekaligus penyerahan arah strategis Gereja kepada gembala utama keuskupan.

Momentum ini berlanjut dengan sesi simbolis penyerahan dokumen kepada perwakilan peserta Sidang Pastoral Post-Natal. Atas undangan pemandu acara, Mgr Maksimus Regus menyerahkan Dokumen Renstra kepada sejumlah perwakilan anggota sidang, yakni RD Matias Daven, RD Edy Manori, Kepala Kantor Departemen Keagamaan Kabupaten Manggarai Barat, utusan DPP Paroki Katedral ROh Kudus Bapak Melki, Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo RD Richard Manggu, serta RP Yeremias Bero SVD. Penyerahan ini melambangkan keterlibatan dan tanggung jawab bersama seluruh unsur Gereja dan mitra pastoral dalam mengimplementasikan Renstra tersebut.

Seluruh rangkaian launching berlangsung dengan lancar, penuh sukacita, dan sarat semangat kebersamaan. Peluncuran Dokumen Renstra Keuskupan Labuan Bajo 2025–2030 ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi langkah pastoral lima tahun ke depan, demi terwujudnya Gereja yang semakin hidup, partisipatif, dan berpihak pada pelayanan umat serta masyarakat.