Kunjungi Shelter SSpS dan Rutan Polres Mabar, Uskup Labuan Bajo Berikan Dukungan Pastoral dan Semangat bagi Penghuni

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, melakukan kunjungan ke shelter yang dikelola oleh suster-suster SSpS Flores Barat dan Rumah Tahanan Polres Manggarai Barat pada Jumat, 27 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril, materiil, serta memperkuat aspek spiritual bagi para penghuni shelter dan Rutan melalui rangkaian kegiatan rohani dan penyerahan donasi.

Dalam suasana penuh keakraban, Mgr. Maksimus menyampaikan rasa sukacitanya dapat berkumpul bersama keluarga besar shelter, termasuk para ibu dan anak-anak. Beliau menekankan bahwa kehadiran gereja di tengah mereka adalah bentuk nyata dari rahmat dan belas kasih Tuhan yang saling menguatkan dan memberi penghiburan satu sama lain.

“Bagi kami, ini adalah hal yang menggembirakan dan memperkuat pengharapan dalam perjalanan bersama sebagai umat Tuhan,” ujar Mgr. Maksimus dalam sambutannya.

Beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada SSpS Flores Barat atas misi mulia yang dijalankan, yang menurutnya memberikan warna khas dan nilai lebih bagi pelayanan pastoral di Gereja Lokal Labuan Bajo, terutama dalam menjangkau hal-hal yang belum tersentuh sepenuhnya oleh keuskupan.

Selain dukungan secara langsung, Mgr. Maksimus menegaskan komitmen keuskupan untuk terus memperhatikan perkembangan shelter ini, baik melalui doa maupun dukungan pastoral dan rohani yang berkelanjutan. Beliau juga berpesan agar para suster tetap tekun dan melayani dengan sukacita, meyakini bahwa pekerjaan ini adalah amanah langsung dari Tuhan. Dukungan khusus juga diberikan kepada anak-anak penghuni shelter yang masih menempuh jenjang pendidikan agar tetap bersemangat.

Menanggapi kunjungan tersebut, Pimpinan Shelter, Sr Rita SSpS, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. Beliau menyebut kehadiran Bapak Uskup dan para Romo sebagai sebuah berkat dan dukungan besar bagi misi mereka.

“Ini adalah bukti bahwa mereka (para penghuni shelter) tidak berjalan sendiri, tetapi ada cinta dan perhatian dari gereja,” ungkap Suster Rita.

Kunjungan ini ditutup dengan kegiatan rohani bersama, termasuk ibadat Jalan Salib yang telah dipersiapkan untuk memperdalam suasana spiritual bagi seluruh penghuni dan pengelola shelter.

Ibadat Jalan Salib Bersama Para Tahanan

Dari shelter, Uskup bersama sejumlah imam dan biarawati menuju Polres Manggarai Barat untuk melaksanakan ibadat Jalan Salib bersama para tahanan. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K. menyambut rombongan uskup di ruang kerjanya sebelum ibadat dilaksanakan.

Meski terbatas, Ibadat jalan salib dilaksanakan di ruang tahanan berlangsung khidmat dikuti oleh tahanan yang beragama Katolik. Uskup Labuan Bajo dalam sapaan singkatnya mengungkapkan jeruji besi bukanlah batas bagi kasih Tuhan. Ia mengajak para warga binaan untuk melihat penderitaan saat ini sebagai proses pemurnian diri.

“Jalan Salib adalah jalan penderitaan yang berujung pada kemenangan. Di tempat ini, setiap pribadi diajak untuk memikul salibnya masing-masing dengan penuh penyesalan, namun tetap memiliki harapan akan kebangkitan hidup yang baru,” ujar Mgr. Maksimus.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari pembinaan mental bagi para tahanan. Ia percaya bahwa pendekatan hukum harus berjalan beriringan dengan pendekatan spiritual.

“Kami ingin memastikan bahwa di balik proses hukum yang berjalan, aspek kemanusiaan dan spiritual mereka tetap terjaga. Pendekatan spiritual sangat penting agar saat bebas nanti, mereka memiliki karakter yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tutur AKBP Christian.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Mgr. Maksimus Regus mengunjungi para tahanan di tengah kesibukan menjelang Pekan Suci.

“Kehadiran Bapak Uskup di sini adalah anugerah yang memberikan penguatan luar biasa, tidak hanya bagi para tahanan, tetapi juga bagi seluruh personel kami dalam menjalankan tugas dengan hati,” tambahnya.