WERANG – Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengajak umat Kristiani untuk meneladani cara hidup Yesus Kristus yang hadir bukan dengan atribut kemegahan duniawi, melainkan sebagai pribadi yang sederhana, lembut, dan rendah hati. Pesan tersebut menjadi inti dari homili yang disampaikan Mgr. Maksi dalam perayaan Minggu Palma di Gereja Paroki St. Klaus Werang, Minggu (29/3/2026).
Dalam renungannya, Mgr. Maksi menyoroti kontras antara simbol kekuasaan dunia dengan simbol yang dipilih Yesus. Saat memasuki Yerusalem, Yesus tidak menunggang kuda yang melambangkan kekuatan, melainkan seekor keledai beban sebagai simbol kerendahan hati. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh menyatu dan berjalan bersama umat-Nya untuk membawa kasih serta damai.
Tiga Karakteristik Yesus sebagai Raja
Secara khusus, Mgr. Maksi menguraikan tiga aspek penting yang menjadi ciri khas kepemimpinan Yesus yang harus dihayati oleh umat. Pertama, menjadi Hamba. Yesus menempatkan diri-Nya pada strata sosial terendah. Ia memilih menjadi hamba yang melakukan apa yang diperintahkan untuk kepentingan semua orang. Kedua, menjadi pelayan. Sebagai pelayan, Yesus hadir secara pastoral untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan ketiga, rela berkorban. Yesus memberikan diri-Nya secara total di kayu salib. Pengorbanan ini bukan untuk kebanggaan diri, melainkan demi keselamatan umat manusia.
“Marilah kita membuka hati agar Yesus merajai seluruh hidup kita, dan kita pun menjadi pembawa kasih dan damai bagi sesama,” ungkap Mgr. Maksi menekankan inti misteri iman yang mengawali Pekan Suci ini.
Manifestasi Iman dan Sinergisitas
Pesan tentang pelayanan ini selaras dengan semangat Tahun Persekutuan Sinergis yang sedang dijalankan di Keuskupan Labuan Bajo. Di Paroki Werang, nilai-nilai pengorbanan dan pelayanan tersebut telah diwujudkan melalui aksi nyata gerakan sosial-karitatif “KBG helping KBG”, di mana umat saling membantu dengan membagikan sembako kepada para lansia dan anggota komunitas yang berkesulitan.
Kehadiran Mgr. Maksi di paroki tersebut disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ribuan umat. Pastor Paroki Werang, Rm. Selus Juanda, menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi umat yang dapat merasakan kehadiran “Sang Gembala Agung” secara nyata dalam diri Bapak Uskup.
Senada dengan itu, Ketua DPP St. Klaus Werang, Frans Din, menegaskan bahwa kehadiran gembala mereka telah meneguhkan iman umat dalam mempersiapkan diri memasuki masa sengsara dan kebangkitan Kristus.
