Keuskupan Labuan Bajo secara resmi mengumumkan pembentukan paroki baru, yaitu Paroki St Theresia Kanak-Kanak Yesus Merombok, yang dimekarkan dari Paroki Roh Kudus Labuan Bajo. Pengumuman ini disampaikan pada akhir perayaan Ekaristi tutup tahun di Gereja Stasi Merombok, Rabu 31 Desember 2025.
“Kepada semua pihak yang berkepentingan dan semua umat beriman, dengan ini kami mengumumkan secara resmi sebagai berikut: Stasi merombok dan sekitarnya akan ditingkatkan statusnya menjadi paroki dengan nama pelindung St Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dan termasuk dalam wilayah Kevikepan Labuan Bajo. Penetapan ini berlaku efektif mulai tanggal 18 Januari 2026 yang selanjutnya menjadi tanggal berdirinya paroki ini dan dinyatakan dalam surat keputusan,” demikian isi Pengumuman Uskup Labuan Bajo Nomor 313/IV.1-KLB/XII/2025 yang dibacakan oleh Vikjen Keuskupan Labuan Bajo RD Richard Manggu pada perayaan Misa Tutup Tahun itu.
Peningkatan Stasi Merombok menjadi paroki, dijelaskan dalam pengumuman itu, dilakukan setelah mempertimbangkan situasi perkembangan umat stasi Merombok yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir baik dari segi jumlah maupun partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja. Selain itu, sejak tahun 2022, Stasi Merombok mendapat pelayanan pastoral khusus baik dalam hal pelayanan sakramen maupun urusan administrasi gerejawi.
Pemekaran untuk Memperkuat Kesatuan

Uskup Labuan Bajo Mgr Maksimus Regus dalam sambutannya menegaskan pemekaran bukan sebagai pemisahan tetapi justeru memperkuat kesatuan dalam gereja.
“Kita bersyukur karena Paroki katedral bisa melakukan pembinaan selama ini sehingga Stasi Merombok ini mengalami perkembangan luar biasa, dan pada saatnya tahun 2026 ini ditingkatkan statusnya menjadi paroki. Selamat menikmati sukacita dan kegembiraan ini. Menjadi paroki baru bukanlah pemisahan tetapi memperkuat soliditas dan kesatuan dalam Gereja kita. Selamat menjalani perjalanan hidup sebagai paroki bungsu di Keuskupan Labuan Bajo,” ungkap Uskup Maksimus.
Lebih lanjut dalam sambutan, ia mengapresiasi partisipasi para agen pastoral dan umat seluruhnya dalam aneka kegiatan pastoral pada Tahun Pastoral Tata Kelola Partisipatif 2025. Ia juga mengajak seluruh elemen gereja untuk terus memelihara semangat dan partisipasi ini dalam kehidupan menggereja di hari-hari ke depan.
“Saya megnajak kita semua untuk terus bekerja sama, terus membina semangat persatuan, soliditas, tetapi juga tidak meninggalkan kesetiakawanan di antara kita, sebagaimana visi keuskupan kita yang sinodal berjalan bersama, yang solid tetapi juga semangat kesetiakawanan, belarasa di antara kita semua. Saya merasa pada tahun 2025 ini nilai-nilai ini bertumbuh dan menjadi napas dari perjalanan bersama sebagai gereja lokal yang masih sangat muda. Ini semua berkat kerja sama kita, kolaborasi, pelayanan yang diberikan oleh tiap-tiap kita,” kata Uskup Maksimus.
Semangat Jalan Bersama

Pada kesempatan yang sama, Pastor Paroki Roh Kudus Labuan Bajo RD Laurens Sopang mengungkapkan semangat dan partisipasi umat di tingkat keluarga dan komunitas basis sangat mempengaruhi kemajuan hidup menggereja. Itu karena ada banyak program pastoral paroki dan keuskupan yang menyasar langsung ke keluarga-keluarga dan komunitas basis itu.
“Semangat di KBG itulah yang menentukan majunya paroki. Meskipun mungkin dewan Stasi dan Parokinya bersemangat, tetapi kalau di KBG tidak semangat maka kita tidak akan maju,” kata Romo Laurens Sopang.
Ia mengajak seluruh umat untuk bersemangat untuk terlibat dalam aneka kegiatan pastoral. Meski tahun Yubileum 2025 sudah ditutup, semangat untuk berjalan bersama yang telah digaungkan selama tahun istimewa itu dapat terus dihayati.
“Tentu kita tetap mempunyai semangat yang sama untuk berjalan bersama-sama dalam semangat pertobatan yang terus menerus, dan semangat mengangkat hati kita untuk lebih mengambil bagian dalam seluruh kegiatan di stasi ini kapan saja dan di mana saja di KBG kita masing-masing,” ungkap Romo Laurens.