Rabu Pekan Biasa V SP Maria dari Lourdes, Hari Orang Sakit Sedunia

Cahaya Hati Versi Audio hari ini disertai dengan Renungan, Katekese tentang Hari Orang Sakit Sedunia, Cerita tentang Sta Perawan Maria dari Lourdes, Doa Tahun Persekutuan Sinergis 2026, Doa Diselamatkan Oleh-Nya

Bacaan Injil Mrk 7:14-23

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
(Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Renungan: Menjaga Sumber Kehidupan

Bacaan kita hari ini mengingatkan kita pada teguran keras namun penuh kasih dari Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya. Di tengah budaya yang sangat mementingkan ritual lahiriah dan penampilan luar, Yesus membelokkan fokus kita ke tempat yang paling dalam: Hati.

Yesus menjelaskan bahwa kenajisan seseorang bukan ditentukan oleh apa yang ia makan atau bagaimana ia mencuci tangan secara ritual.

“Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat…” (Markus 7:21)

Seringkali kita terlalu sibuk memoles “tampilan luar” agar terlihat suci di mata orang lain. Kita menjaga reputasi, cara bicara, dan etiket agama, namun terkadang membiarkan kebencian, iri hati, dan keserakahan tumbuh subur di dalam batin.

Pesan utama Injil Markus adalah kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri hanya dengan menaati peraturan diet atau tradisi. Kita membutuhkan pembaharuan hati yang hanya bisa dikerjakan oleh Roh Kudus. Menjadi pengikut Kristus bukan sekadar mengubah kebiasaan, tapi mengizinkan Tuhan mengubah keinginan-keinginan terdalam kita.