Uskup Labuan Bajo Menerimakan Sakramen Krisma bagi 778 Orang dan Melantik Pelayan Pastoral Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu

LABUAN BAJO (25/10)— Sukacita iman dan semangat pelayanan mewarnai kunjungan pastoral Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, ke Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, Kevikepan Pacar, Sabtu–Minggu, 24–25 Oktober 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting melalui penerimaan Sakramen Krisma bagi 778 pelajar dan orang muda serta pelantikan para pelayan pastoral, mulai dari Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), pengurus wi;ayah/stasi hingga pengurus Kelompok Basis Gerejawi (KBG).

Uskup Maksimus didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, Rm. Frans Nala, dan Direktur Pusat Pastoral (Puspas), Rm. Charles Suwendi. Kedatangan rombongan disambut meriah melalui prosesi adat dan penampilan drumband SMAN 1 Kuwus serta SMPN 1 Kuwus di gapura masuk kompleks gereja paroki. Antusiasme orang tua, pelajar, orang muda, dan anak-anak menghadirkan suasana penuh kehangatan dan sukacita.

Mgr Maksi berpose bersama Grup Drum Band SMAN 1 Kuwus setelah acara penyambutan

Dalam ibadat sabda penerimaan yang dilanjutkan dengan dialog pastoral, Mgr. Maksimus menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas keterlibatan seluruh umat. “Tampak semua umat terlibat dalam acara penerimaan, mulai dari orang tua, orang muda, pelajar, hingga anak-anak. Ini merupakan tanda semangat sinodalitas yang bertumbuh di paroki ini. Semoga kita selalu berjalan bersama untuk membangun paroki dan keuskupan kita ini,” ungkapnya.

Menjadi Saksi Kristus dalam Hidup Sehari-hari

Puncak kunjungan pastoral berlangsung dalam Perayaan Ekaristi penerimaan Sakramen Krisma dan pelantikan para pelayan pastoral. Besarnya antusiasme umat membuat gereja tidak mampu menampung seluruh peserta. Sebagian umat mengikuti perayaan dari aula paroki melalui tayangan proyektor. Perayaan semakin semarak dengan koor dan tarian yang dibawakan para pelajar SMKN 1 Kuwus.

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus menyampaikan tiga pesan utama bagi seluruh umat: Pertama, menghidupi kasih. Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama. Kasih harus menjadi cara hidup setiap pengikut Kristus, bukan sekadar kata-kata, melainkan nyata dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Kedua, menjadi Injil yang hidup. Setiap orang Kristen dipanggil menjadi Injil yang hidup. Kebaikan, pengampunan, kepedulian, dan kesediaan membangun perdamaian merupakan kesaksian nyata tentang kehadiran Kristus di tengah masyarakat. Ketiga, melayani seperti Kristus. Setiap orang Kristen dipanggil untuk melayani seperti Kristus, dengan mengutamakan kepentingan sesama, terutama mereka yang kecil, lemah, dan rentan dalam kehidupan bersama.

Ketiga pesan tersebut dirangkum dalam dua kata kunci, yakni kesaksian dan perutusan. Para penerima Sakramen Krisma diteguhkan oleh Roh Kudus untuk semakin dewasa dalam iman dan berani menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, para pelayan pastoral yang dilantik diutus untuk mengabdikan diri bagi pertumbuhan iman dan kehidupan persekutuan umat. Mereka semua dipanggil menghadirkan Kristus melalui kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat, sesuai dengan karisma dan karunia yang dianugerahkan Allah.

Bersama Membangun Gereja yang Sinodal, Solid, dan Solider

Ketua DPP Paroki Golowelu, Saverinus Hanggu, menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih yang tulus atas kunjungan Uskup, khususnya dalam momentum penerimaan Sakramen Krisma dan pelantikan para pelayan pastoral. “Kami merasa sungguh terhormat dikunjungi oleh Bapa Uskup sebagai gembala kami. Kami yang dilantik hari ini berusaha menjadi pelayan-pelayan Gereja yang baik dan siap bekerja sama dengan pastor paroki serta keuskupan untuk membangun Gereja yang lebih baik. Karena itu, kami memohon dukungan dari umat dan doa dari Bapa Uskup,” ungkapnya.

Pastor Paroki Golowelu, Rm. Sandry Jas, juga menyampaikan terima kasih atas segala bentuk perhatian dan dukungan dari Keuskupan Labuan Bajo, baik dalam bentuk fasilitas maupun finansial, bagi kelancaran karya pastoral di parokinya. “Kami berkomitmen untuk membangun kerja sama yang baik dengan umat agar paroki ini semakin bertumbuh dalam kebersamaan dan berbuah dalam kasih serta kebaikan.”

Mgr Maksi berpose bersama kelompok koor SMKN 1 Kuwus stelah perayaan Misa Krisma & Pelantikan DPP-DKP Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu

Seluruh rangkaian kegiatan memperlihatkan semangat Gereja yang sinodal, solid, dan solider. Keterlibatan umat dalam persiapan hingga pelaksanaan perayaan menjadi tanda nyata bahwa Gereja dibangun melalui kebersamaan, tanggung jawab, dan kesediaan setiap orang untuk melayani. Kunjungan pastoral ditutup dengan berbagai atraksi dari para pelajar dan orang muda, dilanjutkan dengan resepsi syukur bersama.

Dari Paroki Golowelu, pesan perutusan kembali ditegaskan: iman yang diteguhkan hendaknya berbuah dalam kesaksian, dan panggilan yang diterima hendaknya diwujudkan dalam pelayanan. Dengan berjalan bersama, umat dipanggil membangun Gereja yang semakin sinodal, solid, dan solider.