Peresmian Stasi Santo Yosep Teong Toda dan Pemberkatan Gua Maria Ratu Damai

Werang, 30 Oktober 2026 – Perjalanan iman umat Katolik di Teong Toda memasuki babak baru dengan diresmikannya Stasi Santo Yosep – Teong Toda dan diberkatinya Gua Maria Ratu Damai oleh Mgr. Maksimus Regus, Uskup Labuan Bajo. Peristiwa ini tidak hanya menandai lahirnya unit pelayanan gerejawi yang baru di Paroki Santo Klaus Werang, tetapi juga menjadi simbol semakin berakarnya iman, doa, dan karya kasih umat di wilayah Selatan Keuskupan Labuan Bajo.

Dalam perayaan Ekaristi dengan tema: “Membangun Persekutuan Umat yang Setia, Bersatu, dan Berbuah dalam Kasih” yang berlangsung meriah itu, Bapa Uskup didampingi oleh RD Yuvensius Rugi (Vikep Labuan Bajo), RD Charles Suwendi (Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Labuan Bajo), dan RD Yohanes Fakundo Selman (Ketua Yasukmabar). Hadir pula unsur Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta umat dari berbagai wilayah, termasuk warga Teong Toda yang berdomisili di Labuan Bajo dan sekitarnya.

 

Kedatangan rombongan disambut secara adat oleh para tokoh masyarakat setempat Bersama RD Servulus Juanda (Pastor Paroki Santo Klaus – Werang) dan RD Rikardus Karno (Vikaris Parokial sekaligus Ketua Unit Yayasan Ernesto – Werang). Menariknya, penyambutan tersebut juga melibatkan tokoh-tokoh dan umat Muslim sebagai wujud persaudaraan dan kerukunan yang telah lama hidup di Teong Toda. Para siswa dari jenjang TK/PAUD hingga SMA turut ambil bagian dalam menyemarakkan acara tersebut

Perayaan Ekaristi semakin khidmat dengan iringan koor siswa-siswi SMAS Santo Klaus Werang serta tarian yang dipersembahan para pelajar SMPK Santo Klaus Werang. Kehadiran tokoh dan umat Muslim dalam perayaan tersebut memperlihatkan semangat toleransi dan kebersamaan yang terus terpelihara di tengah masyarakat.

Saat ini Stasi Santo Yosep Teong Toda melayani 729 jiwa yang tergabung dalam 207 kepala keluarga, 9 KBG dan tersebar di 4 kampung besar. Dengan statusnya sebagai stasi baru, Teong Toda diharapkan semakin memperkuat pelayanan Gereja dan pembinaan umat di tingkat basis.

Dalam homilinya, Mgr Maksimus Regus menegaskan makna khusus pemberkatan Gua Maria yang berlangsung pada penghujung Bulan Rosario. Menurutnya, Gua Maria bukan sekadar simbol religius, melainkan ruang doa yang menghadirkan kedekatan umat dengan Bunda Maria sebagai pendoa dan pendamping perjalanan iman. Dari sinilah Bunda Maria mendoakan kita dan ke sini pula lah kita datang untu berdoa bersamanya. Karena itu, umat diajak menjadikan Gua Maria Ratu Damai sebagai tempat favorit untuk berdoa dan memperdalam relasi dengan Tuhan.

 

Bapa Uskup juga menekankan bahwa pembentukan stasi baru harus menjadi tanda makin berakarnya iman di tengah masyarakat. Gereja yang bertumbuh, katanya, tidak cukup hanya menjadi komunitas yang rajin berdoa, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan kasih yang nyata.

“Orang yang rajin berdoa harus menjadi orang yang semakin banyak berbuat kasih,” tegas Bapa Uskup.

Mengacu pada pengalaman Jemaat Filipi sebagaimana diwartakan dalam bacaan pertama, Bapa Uskup mengajak umat Stasi Santo Yosep Teong Toda membangun komunitas yang saling mendukung, bekerja sama, dan setia mendampingi karya pelayanan Gereja. Ia berharap umat tetap menjalin relasi yang erat dengan para pastor sebagaimana Jemaat Filipi mendukung pewartaan Rasul Paulus.

Sebagai pesan penutup, Bapa Uskup menggarisbawahi tiga panggilan dasar umat beriman, yakni percaya bahwa Allah akan menyempurnakan karya baik yang telah dimulai-Nya, menjadi komunitas yang tekun berdoa, serta menghadirkan kasih melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Klaus Werang, RD Servulus Juanda, menjelaskan bahwa pembentukan Stasi Teong Toda juga memiliki nilai historis yang penting. Teong Toda dikenang sebagai salah satu stasi awal dalam perkembangan Gereja di wilayah Manggarai Barat Ketika terbentuk paroki Rekas sebagai paroki pertama. Nama pelindung stasi, Santo Yosep, dipilih untuk mengenang jasa Pater Yosef van Hoev dan Bapak Yosef Rumpa yang berperan besar dalam pelayanan Gereja pada masa awal pewartaan iman di wilayah Barat khususnya Rekas dan sekitarnya.

Peresmian Stasi Santo Yosep dan pemberkatan Gua Maria Ratu Damai menjadi penanda harapan baru bagi umat Teong Toda untuk terus bertumbuh sebagai komunitas yang berakar dalam iman, tekun dalam doa, dan menghasilkan buah kasih bagi sesama serta masyarakat luas.