Jambore SEKAMI 2025: Anak dan Remaja Dua Paroki Rayakan Iman dan Karakter di Tengah Semangat Ramah Anak

Dalam semangat membangun generasi muda yang tangguh dalam iman dan unggul dalam karakter, Paroki Sancta Familia Wae Nakeng dan Paroki St. Theresia Kanak-Kanak Yesus Rangga sukses menggelar Jambore Anak dan Remaja SEKAMI 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 11 hingga 13 Juli 2025, bertempat di Aula Paroki Sancta Familia Wae Nakeng.

Kegiatan jambore ini menjadi agenda rutin yang diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) di paroki-paroki ramah anak. Baik Paroki Wae Nakeng maupun Paroki Rangga telah menjalin kemitraan erat dengan WVI dalam upaya bersama menciptakan lingkungan Gereja yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.
Mengusung tema “Membangun Generasi yang Berkarakter dan Beriman,” jambore ini diikuti oleh 111 peserta, terdiri dari anak-anak dan para pendamping. Acara dibuka secara resmi oleh Pastor Vikaris Paroki Sancta Familia Wae Nakeng, RD. Berto Mere, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya merawat karakter dan iman anak-anak sebagai landasan untuk membentuk masa depan Gereja dan bangsa.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa iman tanpa karakter mudah goyah, dan karakter tanpa iman mudah kehilangan arah. Anak-anak adalah pewaris Kerajaan Allah, maka kita harus mendampingi mereka agar kuat dalam nilai, teguh dalam iman, dan lembut dalam hati,” ungkap RD. Berto dengan penuh semangat.

Pembelajaran yang Bermakna dan Menyenangkan

Sejak hari pertama, peserta jambore dibekali dengan berbagai kegiatan edukatif dan reflektif. Mereka belajar tentang sikap-sikap liturgis, hak-hak anak, dan mengikuti rekoleksi bersama yang mengajak mereka merenungkan identitas mereka sebagai anak-anak Allah.

Hari kedua menjadi puncak kreativitas dan eksplorasi potensi. Para peserta dibagi dalam beberapa kelas kecerdasan sesuai minat dan bakat mereka. Di antaranya: Kelas Public Speaking, Kelas Kreasi Olah Sampah, Kelas Musik Tradisional, Kelas Make-up, Kelas Matematika Alkitab, Kelas Tari, Kelas Kreasi Hiasan Dinding
Setiap kelas dipandu oleh fasilitator yang kompeten, dan suasana belajar berlangsung interaktif dan menyenangkan. Anak-anak terlihat antusias dan menunjukkan perkembangan keterampilan yang luar biasa setelah mengikuti pembelajaran di kelas masing-masing.

Menjelang malam, suasana spiritual semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti meditasi malam yang dipandu secara hening dan khidmat. Momen ini menjadi ruang batin untuk merefleksikan pengalaman dan nilai-nilai yang mereka pelajari. Kegiatan hari kedua ditutup dengan api unggun, simbol semangat dan terang Kristus yang membakar hati anak-anak untuk terus menjadi cahaya di lingkungannya.

Perayaan Iman dan Talenta Anak

Hari ketiga menjadi puncak dari seluruh rangkaian jambore. Kegiatan ditutup secara liturgis melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Sancta Familia, RD. Carles Suwendi. Yang menarik, seluruh pelayanan liturgi dipercayakan kepada anak-anak: mulai dari misdinar, lektor-lektris, hingga koor, memperlihatkan bahwa anak-anak bukan sekadar peserta, tetapi pelayan aktif dalam kehidupan Gereja.

Dalam homilinya, RD. Carles mengangkat kisah Orang Samaria yang Baik Hati dari Injil hari Minggu. Ia menegaskan bahwa seperti orang Samaria yang berhenti dan menolong tanpa pamrih, anak-anak juga dipanggil untuk menjadi pribadi yang peduli, murah hati, dan mau hadir bagi sesama, mulai dari hal-hal kecil di rumah, sekolah, dan lingkungan.
“Jambore ini bukan hanya soal belajar dan bermain. Ini adalah latihan hidup untuk menjadi Samaria-Samaria kecil yang membawa kasih dalam tindakan nyata,” tegas RD. Carles.
Sebelum perpisahan, seluruh peserta menampilkan hasil belajar mereka dari berbagai kelas. Pertunjukan seni, musik, tari, hingga presentasi kreatif dari kelas olah sampah dan public speaking memukau semua yang hadir, termasuk para orang tua dan tamu undangan. Keterampilan mereka menjadi bukti bahwa ketika anak diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu tampil luar biasa.

Generasi Baru yang Siap Diutus

Jambore Anak dan Remaja SEKAMI 2025 bukan hanya menjadi wadah ekspresi dan pembelajaran, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi antara Gereja, keluarga, dan lembaga pendamping seperti Wahana Visi Indonesia dalam membangun Gereja yang ramah anak. Semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam jambore ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus tumbuh sebagai pribadi yang kuat dalam iman, kokoh dalam karakter, dan penuh kasih dalam tindakan.

Dengan penuh haru dan sukacita, kegiatan ditutup secara resmi—namun semangatnya terus menyala di dalam hati setiap anak dan remaja SEKAMI: Siap diutus, siap bersinar.