Peringatan Wajib Sta Agata

Bacaan Injil Mrk 6:-13

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Renungan

Hari ini Gereja memperingati Santa Agata, Perawan dan Martir. Kisah hidup Agata sungguh mengagumkan dan kemartirannya menjadi benih subur bagi hidup Gereja. Agata hidup di zaman awal kekristenan, zaman kekaisaran Decius (249-251) Ketika umat Kristen di seluruh wilayah kekaisaran dikejar, dianiaya bahkan dibunuh. Agata sangat setia melayani Tuhan dan Ia tidak mau berbuat dosa dan seluruh hidupnya dipersembahkan kepada Tuhan. Menjadi terhormat bagi Santa Agata adalah melayani Tuhan dengan kerendahan hati.

Hari ini Yesus mengajar para murid untuk mempunyai kasih yang memerdekakan. Mulai dari barang dan orang, Yesus mengajari para murid untuk selalu mempunyai sikap yang benar. Mereka memang memerlukan alas kaki, baju, ikat pinggang, makanan, minuman, uang, dan apa saja yang berguna untuk mempertahankan hidup. Tetapi mereka juga harus bisa bertahan ketika itu semua tidak mereka miliki. Percaya atau tidak, Tuhan sendiri yang akan menyediakan itu ketika mereka setia untuk mewartakan Injil.

Yesus mengajar para murid untuk mempunyai kasih yang membebaskan. Kasih seperti kasih Allah sendiri. Berhadapan dengan banyak orang, Yesus sangat lembut, penuh kasih dan perhatian, namun juga tegas. Demikian juga dengan para murid. Mereka diajak untuk mempunyai kasih yang sama, dimulai dari cara mereka mengasihi milik mereka sendiri. Apa yang mereka miliki perlu untuk dicintai, diperhatikan, dan dipelihara. Namun akan tiba saatnya ketika apa yang mereka miliki akan hilang dan mati. bisa jadi bahwa saatnya apa yang mereka miliki justru menggangu jalanya kasih yang lebih besar

Perutusan para murid jalan berdua-dua supaya mereka juga selalu belajar dan saling mengasihi dengan kasih yang benar. Para murid menjadi model kesaksian yang nyata dalam hidup mereka. Mereka diutus ke tengah umat untuk memberi kesaksian yang nyata tentang pertobatan karena kerajaan Allah.