Delegasi Caritas Internasionalis dan Caritas Indonesia Sambangi Paroki Sta. Theresia Calcuta Datak, Perkuat Ketahanan Komunitas

DATAK, MANGGARAI BARAT – Dalam rangkaian perayaan 75 tahun Caritas Internasionalis dan 20 tahun Caritas Indonesia, sebuah delegasi besar melakukan kunjungan lapangan ke kelompok dampingan di Paroki Sta. Theresia Calcuta Datak pada Senin, 18 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung dampak nyata dari program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada semangat kasih dan kemandirian.

Rombongan delegasi tiba di lokasi pada pukul 09.00 WITA dan langsung disambut dengan tarian adat Manggarai “Tiba Meka” serta pengalungan Selendang Songke. Sambutan ini mencerminkan keterbukaan dan rasa syukur komunitas lokal atas kehadiran keluarga besar Caritas di tengah-tengah mereka.

Agenda utama kunjungan ini meliputi dialog interaktif antara delegasi dan komunitas dampingan. Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, dalam presentasinya menekankan bahwa komunitas adalah pelaksana nyata dari misi Caritas, di mana paroki-paroki berperan sebagai ujung tombak pemberdayaan. Romo Fredy juga memperkenalkan program HARVEST (Holistic Agriculture Resilient Vision Empowerment Sustainability and Transformation) yang telah didukung oleh mitra internasional sejak 2015 untuk membangun ketahanan pangan dan kepemimpinan lokal.

Sekretaris Jenderal Caritas Internationalis menyatakan kekagumannya terhadap model pengorganisasian di Indonesia. Ia menegaskan bahwa “kekayaan Caritas selalu terletak pada komunitasnya” dan menekankan pentingnya profesionalisme dalam melayani kaum miskin karena mereka berhak mendapatkan pelayanan terbaik.

Peninjauan Lapangan: Dari Pupuk Organik hingga Panen Perdana

Para delegasi berkesempatan meninjau langsung kebun contoh yang dikelola oleh kelompok tani lokal. Rangkaian kunjungan lapangan ini meliputi:

  • Persemaian (Seedling Nursery): Tempat penyiapan bibit-bibit tanaman.
  • Bedengan Tanam (Planting Beds): Area produksi sayur-mayur.
  • Bank Ternak dan Kompos: Integrasi antara peternakan dan produksi pupuk organik.
  • Area Panen Perdana: Simbol keberhasilan pengelolaan lahan secara mandiri.

Bapak Max, perwakilan dari kelompok tani, berbagi pengalaman mengenai kemajuan mereka dalam memproduksi mikroorganisme lokal (MOL), pupuk organik padat dan cair, hingga pestisida alami. Saat ini, kelompok tersebut telah berhasil menanam ribuan pohon sayuran, mulai dari kacang panjang, tomat, cabai, hingga mentimun, yang tidak hanya dikonsumsi sendiri tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi keluarga.

Kebun contoh di Paroki Datak ini berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran bagi komunitas. Warga belajar bersama di kebun kolektif untuk kemudian mengimplementasikan teknik pertanian organik tersebut di pekarangan rumah masing-masing. Hal ini selaras dengan visi Caritas untuk menciptakan aktor kemanusiaan yang mandiri di tingkat akar rumput.

Kunjungan ini diakhiri dengan makan siang bersama yang menyajikan panganan lokal hasil bumi masyarakat setempat, sebelum delegasi kembali bertolak ke Labuan Bajo. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum syukur atas usia organisasi, tetapi juga penegasan kembali komitmen untuk “membangun jembatan dan memperkuat persaudaraan melalui pemberdayaan komunitas”.