Syukur 75 Tahun Caritas Internasionalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia di Labuan Bajo: Menjadi Saksi Kasih Tuhan Melalui Pelayanan Kemanusiaan

LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT – Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo menjadi pusat perhatian banyak umat Katolik pada Senin, 18 Mei 2026, saat menggelar Misa Syukur merayakan ulang tahun ke-75 Caritas Internasionalis dan ulang tahun ke-20 Caritas Indonesia (Karina). Misa syukur ini juga menandai dua tahun berdirinya Caritas Labuan Bajo di keuskupan termuda di Indonesia tersebut.

Perayaan Ekaristi yang meriah ini dipimpin langsung oleh Presiden Caritas Internasionalis sekaligus Uskup Agung Tokyo, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, SVD. Dalam homilinya, Kardinal Kikuchi merefleksikan makna Deus Caritas Est—Allah adalah Kasih. Ia menegaskan bahwa misi Caritas bukan sekadar kerja organisasi profesional, melainkan perjumpaan pribadi dengan Kristus melalui pelayanan kepada orang miskin, keluarga yang terbuang, petani, dan mereka yang menderita. “Kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih Tuhan di mana pun kita berada,” ujar Kardinal dalam pesannya.

Tuan rumah acara, Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, menyatakan bahwa menjadi tuan rumah bagi acara internasional ini adalah rahmat besar bagi Keuskupan Labuan Bajo yang baru berdiri pada November 2024. Ia menyoroti tantangan nyata di wilayahnya, seperti ketidakadilan ekonomi, eksploitasi alam, dan isu perdagangan orang.

Mgr. Maksi menegaskan komitmen keuskupannya untuk mengambil posisi etis dan profetik guna membela martabat manusia dan melindungi keutuhan ciptaan. Kehadiran delegasi Caritas dari berbagai negara dianggap sebagai suntikan semangat bagi keuskupan baru tersebut untuk tetap setia mendampingi masyarakat yang terpinggirkan.

Misa ini dihadiri oleh jajaran uskup dari berbagai wilayah di Indonesia, perwakilan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta delegasi Caritas dari berbagai negara. Sebagai simbol penghargaan, Kardinal Kikuchi menerima tanda mata berupa “Sayap Malaikat” yang melambangkan misi kemanusiaan Caritas.

Dalam sambutan pembukanya, Mgr. Antonius Subanto Bunjamin, OSC, selaku Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menekankan bahwa perayaan ini adalah bentuk syukur atas tonggak sejarah pelayanan kasih di dunia dan Indonesia. Ketua KWI itu menutup rangkaian sambutan dengan mengajak semua pihak untuk terus membangun jembatan melalui dialog dan perjumpaan kemanusiaan demi mewujudkan dunia yang penuh perdamaian dan martabat. Perayaan diakhiri dengan berkat meriah dan semangat untuk terus melayani sesama tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.