Mgr. Maksimus Regus di Jumat Agung Noa: Salib adalah Tanda Pengosongan Diri dan Kasih Teragung

NOA, MANGGARAI BARAT – Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengajak seluruh umat Katolik untuk memaknai perayaan Jumat Agung sebagai momen penting dalam menghayati semangat pengosongan diri dan kasih yang tulus kepada sesama. Pesan mendalam ini disampaikan sang Uskup saat memimpin perayaan Jumat Agung di Gereja Paroki Noa pada Jumat (3/4/2026).

Dalam kotbahnya, Mgr. Maksi menekankan bahwa peristiwa penderitaan dan salib adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ziarah iman serta kesaksian hidup seorang pengikut Kristus. Ia menjelaskan bahwa melalui salib, Kristus menunjukkan “kenosis” atau pengosongan diri demi keselamatan umat manusia.

“Salib adalah tanda pengosongan diri Kristus untuk kehidupan dan keselamatan kita. Salib juga adalah tanda kasih yang paling agung,” ujar Mgr. Maksi di hadapan umat yang memadati gereja. Beliau menambahkan bahwa kerelaan Kristus menyerahkan diri-Nya sebagai penebusan dosa harus menjadi inspirasi bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, Mgr. Maksi mengajak umat untuk memulai semangat pengorbanan ini dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Ia mencontohkan bagaimana orang tua dan anak-anak harus saling memberikan diri satu sama lain sebagai wujud nyata dari kasih. “Pengorbanan itu tidak bisa dipisahkan dari kasih, dan itulah ciri hidup para pengikut Kristus,” tegasnya.

Ibadat yang berlangsung khidmat tersebut tetap dipadati umat meskipun di tengah cuaca hujan. Hadir pula dalam perayaan ini Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mgr. Maksi menyampaikan apresiasinya atas kehadiran jajaran Pemerintah Daerah Manggarai Barat. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam perayaan liturgis ini merupakan bukti nyata kerja sama yang solid dan sinergis antara Gereja dan Pemerintah untuk memajukan masyarakat.

Senada dengan pesan Uskup, Wakil Bupati Mabar, dr. Yulianus Weng, mengajak umat untuk melihat peristiwa salib sebagai sumber keselamatan. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan rohani di Paroki Noa, Wakil Bupati juga menyerahkan bingkisan untuk mendukung kesuksesan rangkaian perayaan Paskah.

Ketua DPP Paroki Noa, Donatus Jalu, menyatakan rasa bangga dan sukacitanya atas kehadiran Mgr. Maksi di tengah mereka. Ia menilai kehadiran sang gembala bersama pemerintah daerah telah memberikan peneguhan iman bagi umat dalam membangun persekutuan yang hidup dan nyata.