WAE NAKENG — Umat Paroki Santa Familia Wae Nakeng memadati gereja dalam perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) yang dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus, pada Minggu (7/6).
Dalam perayaan tersebut, Uskup didampingi sejumlah imam dan pejabat Keuskupan Labuan Bajo, antara lain Rm. Richardus Manggu selaku Vikaris Jenderal, Rm. Frans Nala sebagai Sekretaris Jenderal, Rm. Martin Wilian selaku ekonom, Rm. Charles Suwendi sebagai Direktur Puspas, P. Yeremias G. Bero, SVD, Rm. Ferdi Gadu, Rm. Deny Ngabut, dan Rm. Liberto Mere.
Perayaan Corpus Christi tahun ini menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan serah terima jabatan Pastor Paroki sekaligus Vikaris Episkopal (Vikep) Wae Nakeng dari P. Yeremias G. Bero, SVD kepada Rm. Ferdi Gadu. Momentum tersebut sekaligus menjadi acara perutusan bagi P. Yeremias yang menerima tugas baru sebagai Provinsial SVD Ruteng.
Dalam homilinya yang bertolak dari Injil Yohanes 6:51, “Akulah Roti Hidup yang turun dari Surga”, Uskup Maksimus Regus mengajak umat merenungkan makna roti hidup yang diberikan Yesus. Ia menegaskan bahwa roti yang diberikan Kristus memiliki “cita rasa surgawi”, sebab berasal dari Allah sendiri dan bukan dari dunia ini. Menurutnya, roti duniawi memang dapat mengenyangkan tubuh, tetapi roti yang diberikan Yesus menghidupkan jiwa dan menghadirkan keselamatan kekal bagi manusia. ”Mama-mama pada umumnya tahu membuat roti dengan aneka rasa. Namun, tidak ada yang bisa membuat roti surgawi. Hanya Yesus sendiri yang bisa membuat adonan dengan citarasa surgawi dan kekal. Itulah keistimewaan roti yang diberikan oleh Yesus. Roti Yesus inilah yang menjadi bekal bagi kita dalam setiap bentuk tugas dan pelayanan yang kita jalankan dalam kehidupan ini”, demikian Uskup Maksi.
Lebih lanjut, Uskup menekankan bahwa Ekaristi merupakan sumber kekuatan iman yang memampukan umat untuk hidup dalam semangat berbagi, melayani, dan berkorban seperti Kristus sendiri yang menyerahkan tubuh dan darah-Nya demi keselamatan manusia.
Dalam sambutannya, P. Yeremias G. Bero, SVD menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan umat selama masa pelayanannya di Wae Nakeng. Ia mengaku sangat merasakan perhatian dan kebersamaan umat, sekalipun masa tugasnya di paroki tersebut tergolong singkat. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan Keuskupan Labuan Bajo menjadi bagian penting dalam perjalanan panggilannya hingga dipercaya memimpin Provinsi SVD Ruteng.
Sementara itu, Rm. Ferdi Gadu yang dilantik sebagai Pastor Paroki Santa Familia Wae Nakeng merangkap Vikaris Episkopal Wae Nakeng mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengakui bahwa tugas tersebut tidak ringan karena selain melayani umat paroki, ia juga bertanggung jawab mengoordinasikan pelayanan pastoral di wilayah Kevikepan Wae Nakeng. Namun demikian, ia percaya bahwa dukungan umat dan penyertaan Tuhan akan meneguhkan langkah pelayanannya.
Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, Rm. Richardus Manggu, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Rm. Ferdi Gadu dan P. Yeremias G. Bero, SVD atas tugas perutusan masing-masing. Ia menegaskan bahwa dalam pelayanan Gereja, seorang imam tidak pernah berjalan sendiri karena selalu didukung oleh umat dan rahmat Tuhan sendiri.
Di akhir perayaan, Edy Dase mewakili DPP-DKP Paroki Wae Nakeng menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Uskup Labuan Bajo atas perhatian dan dukungannya bagi umat di Wae Nakeng. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada P. Yeremias atas pengabdiannya serta menyambut kehadiran Rm. Ferdi Gadu dengan penuh harapan dan komitmen untuk berjalan bersama dalam pelayanan Gereja.
Perayaan Ekaristi Corpus Christi ini tidak hanya memperkuat iman umat melalui perjamuan Ekaristi, tetapi juga menjadi momentum estafet kepemimpinan pastoral demi keberlanjutan pelayanan Gereja di Paroki Wae Nakeng. Peristiwa ini sekaligus menegaskan semangat fokus pastoral Keuskupan Labuan Bajo tahun 2026 bertema “Persekutuan Sinergis”, yakni membangun Gereja yang sinodal, solid, dan solider demi menghadirkan keselamatan Allah di tengah dunia.